Desa Gekbrong Kecamatan Gekbrong Kabupaten Cianjur menjadi salah satu lokasi yang diusulkan untuk mengikuti proklim tingkat nasional. Berdasarkan hasil evaluasi dan klarifikasi BPLHD Provinsi Jawa Barat bersama Kementerian Lingkungan Hidup bahwa untuk Tahun 2013, tercatat sebanyak 20 lokasi dari 13 kabupaten/Kota yang ada di Jawa Barat sebagaimana terdapat pada tabel di bawah ini :
Lestarikan Fungsi Lingkungan Hidup, Untuk Mendukung Keberlangsungan Kehidupan Anak Cucu Kita
Selasa, 16 Juli 2013
Sabtu, 23 Maret 2013
BPLHD JAWA BARAT MENYELENGGARAKAN BIMBINGAN TEKNIS PENGENDALIAN KERUSAKAN TANAH UNTUK PRODUKSI BIOMASSA
Tanah adalah suatu benda alami heterogen yang terdiri atas komponen-komponen padat, cair dan gas serta mempunyai sifat dan perilaku dinamik. Terdapat dua konsep dalam memandang tanah, yakni (1) tanah sebagai hasil pelapukan bahan induk melalui proses bio-fisika-kimia, dan (2) tanah sebagai habitat tumbuhan.
Sabtu, 02 Maret 2013
PENERIMA PENGHARGAAN PROKLIM DI PROPINSI JAWA BARAT TAHUN 2012
Proklim adalah program berlingkup nasional yang dikelola oleh Kementerian Lingkungan Hidup dalam rangka mendorong masyarakat untuk melakukan peningkatan kapasitas adaptasi terhadap dampak perubahan iklim dan penurunan emisi gas rumah kaca serta memberikan penghargaan terhadap upaya-upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim yang telah dilaksanakan di tingkat lokal sesuai dengan kondisi wilayah.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah Provinsi Jawa Barat telah mengusulkan kepada Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia sebanyak 254 lokasi berdasarkan usulan dari Kabupaten/Kota, dari usulan sebanyak tersebut ada beberapa yang dilakukan verifikasi oleh kementerian Lingkungan Hidup dan mendapatkan penghargaan.
Rabu, 05 Desember 2012
Industri Tambang, Merusak Alam tetapi Mendapat Emas
Peringkat emas dalam penilaian Proper bagi industri ekstraktif pertambangan melukai rasa keadilan masyarakat. Industri ekstraktif merusak lingkungan yang merugikan masyarakat lokal.
”Meski peringkat emas, kontras dengan kehidupan masyarakat sekitar tambang,” kata Harris Balubun, Koordinator Advokasi dan Hukum Jaringan Advokasi Tambang, Senin (3/12/2012), di Jakarta. Ia menanggapi Proper emas bagi 12 perusahaan, di antaranya semen dan batubara.
”Meski peringkat emas, kontras dengan kehidupan masyarakat sekitar tambang,” kata Harris Balubun, Koordinator Advokasi dan Hukum Jaringan Advokasi Tambang, Senin (3/12/2012), di Jakarta. Ia menanggapi Proper emas bagi 12 perusahaan, di antaranya semen dan batubara.
Selasa, 04 Desember 2012
Peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional Tahun 2012 di Cianjur
Bupati Cianjur Drs. H. Tjetjep Muchtar Soleh, MM., menghadiri Peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) Tahun 2012 serta Peringatan Satu Tahun Car Free Day di Kab. Cianjur Minggu (02/12/12). Bertempat di Jl. KH. Abdullah Bin Nuh Cianjur. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kapolres Cianjur, Ketua TP PKK Kab. Cianjur, Staf Ahli Bupati, para Asisten Bidang Setda Kab. Cianjur, para Kepala SOPD, Dirut PDAM Tirta Mukti serta tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya Bupati mengatakan Hari Cinta Puspa Dan Satwa Nasional (HCPSN) yang ditetapkan oleh pemerintah pada tahun 1993, merupakan upaya meningkatkan kepedulian dan gerakan bersama untuk mengelola puspa dan satwa nasional agar dimanfaatkan secara optimal bagi masyarakat dan negara dengan mengedepankan aspek kelestarian puspa dan satwa nasional, dalam kurun waktu 19 tahun sejak penetapan HCPSN, ancaman terhadap puspa dan satwa atau keanekaragaman hayati masih terjadi dan cenderung meningkat.
Selanjutnya Bupati menyampaikan salah satu dampak negatif dari kegiatan pembangunan adalah hilang atau berkurangnya keanekaragaman hayati, namun pembangunan harus terus berjalan dan dilaksanakan dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat. Untuk itu, marilah kita bersama-sama melaksanakan program pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan.
Dalam sambutannya Bupati mengatakan Hari Cinta Puspa Dan Satwa Nasional (HCPSN) yang ditetapkan oleh pemerintah pada tahun 1993, merupakan upaya meningkatkan kepedulian dan gerakan bersama untuk mengelola puspa dan satwa nasional agar dimanfaatkan secara optimal bagi masyarakat dan negara dengan mengedepankan aspek kelestarian puspa dan satwa nasional, dalam kurun waktu 19 tahun sejak penetapan HCPSN, ancaman terhadap puspa dan satwa atau keanekaragaman hayati masih terjadi dan cenderung meningkat.
Selanjutnya Bupati menyampaikan salah satu dampak negatif dari kegiatan pembangunan adalah hilang atau berkurangnya keanekaragaman hayati, namun pembangunan harus terus berjalan dan dilaksanakan dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat. Untuk itu, marilah kita bersama-sama melaksanakan program pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan.
Selasa, 20 November 2012
Peringatan Hari Cinta Puspa Dan Satwa Nasional 2012
Jakarta, 19 November 2012. Hari ini Wakil Presiden RI Boediono bersama Menteri Lingkungan Hidup Prof. Dr. Balthasar Kambuaya, MBA, menghadiri puncak peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) 2012 di Istana Wakil Presiden, Jakarta. Tema HCPSN 2012 adalah “Lestarikan Puspa dan Satwa, Menjaga Bumi Lestari” merupakan momentum bagi gerakan penyelamatan satwa dan tumbuhan lokal yang diwujudkan melalui upaya nyata dalam bentuk kebijakan dan program baik pada tataran nasional maupun daerah. Peringatan ini telah berlangsung selama 19 tahun, namun semangat kepedulian seluruh masyarakat perlu terus ditingkatkan demi pelestarian keanekaragaman hayati Indonesia.
Peringatan HCPSN 2012 ini sebagai momentum langkah bersama dalam melindungi dan memanfaatkan secara berkelanjutan keaneragaman hayati Indonesia. Untuk mengenalkan lebih dalam keaneragaman hayati endemik (asli) Indonesia, maka pada tahun 2012 ditetapkan Mangrove Kandellia Candel (Rhyzoporaceae) sebagai Puspa Nasional 2012 dan Badak Sumatera (Dicerorhinus sumatrensis) sebagai Satwa Nasional 2012.
Keanekaragaman hayati Indonesia menduduki tempat pertama di dunia dalam kekayaan jenis mamalia (515 jenis, 36% diantaranya endemik) dan kekayaan jenis kupu-kupu Swallowtail (121 jenis, 44% diantaranya endemik). Kemudian menduduki tempat ketiga dalam kekayaan jenis reptil (lebih dari 600 jenis), tempat keempat dalam kekayaan jenis burung (1519jenis, 28% diantaranya endemik), tempat kelima dalam kekayaan jenis amfibi (lebih dari 270 jenis) dan tempat ketujuh dalam kekayaan flora berbunga.Kekayaan alam ini, baik dalam tingkatan ekosistem, spesies dan genetik, apabila dikelola secara benar mampu memberikan manfaat untuk memenuhi kebutuhan bangsa dan umat manusia pada umumnya.
“Kekayaan alam Indonesia ini, baik dalam tingkatan ekosistem, spesies dan genetik, apabila dikelola secara benar mampu memberikan manfaat untuk memenuhi kebutuhan umat manusia. Oleh karena itu, anugerah kekayaan itu wajib disyukuri, dikelola, dan dimanfaatkan secara berkelanjutan untuk sebesar-besar kemakmuran bangsa Indonesia, baik bagi generasi sekarang maupun generasi yang akan datang” demikian pesan Menteri Lingkungan Hidup, Prof. DR. Balthasar Kambuaya, MBA.
Sabtu, 10 November 2012
CAGAR BIOSFIR
Cagar Biosfer Cibodas di Kabupaten Cianjur Jawa Barat ditunjuk tahun 1977 dengan area inti Taman Nasional Gunung Gede Pangrango seluas 15.196 ha yang ditetapkan pada tahun 1980.
Kamis, 18 Februari 2010
Pesta Kekayaan Alam Pasti Berakhir
Oleh: Amaryoto dan M Syaifullah
Ketika pemerintah daerah berfoya-foya dengan sumber daya alam yang ada, pada saat yang sama mereka telah bunuh diri. Pemanfaatan yang seharusnya bijaksana telah dirusak kepentingan sesaat.
Perluasan kebun sawit di beberapa daerah, termasuk di Sumatera dan Kalimantan, pada satu sisi menguntungkan karena bisa meningkatkan ekspor. Namun, perluasan yang tidak terkendali telah merusak lingkungan.
Kerakusan Merusak Lingkungan
Oleh: William Chang
Kamu akan kehilangan hakmu, yang akan dirampas oleh orang- orang asing dan para spekulan, yang pada gilirannya akan menjadi tuan dan pemilik; sedangkan kamu, hai anak-anak negeri, akan terusir dan tidak akan menjadi apa-apa, selain kuli dan sampah Pulau Kalimantan!” (Charles Brooke, 1915).
Kamis, 05 Maret 2009
KERUSAKAN LINGKUNGAN HIDUP
Berdasarkan Laporan Status Lingkungan Hidup Indonesia Tahun 2002, data kerusakan dan upaya mencegah terjadinya kerusakan lingkungan hidup di Indonesia adalah sebagai berikut :
Di sini
Langganan:
Postingan (Atom)